Bonus New Member
Trofi Macan Kemayoran
Jumlah Piala Persija Jakarta: Berapa Banyak Trofi Yang Diraih Macan Kemayoran?

Jumlah Piala Persija Jakarta: Berapa Banyak Trofi Yang Diraih Macan Kemayoran?

 

Persija merupakan salah satu tim terbesar dan tersukses di Indonesia. Namun, sudah berapa trofi yang telah diraih klub kesayangan Jakmania tersebut?

 

Persija Jakarta merupakan salah satu klub tertua dan terbesar di Indonesia dengan berdiri pada 28 November 1928 atau 92 tahun silam. Oleh karena itu, tidak mengherankan Macan Kemayoran sudah memiliki banyak catatan prestasi juara.

Sebelum memasuki era Perserikatan, Persija masih memakai nama VIJ Batavia dan mampu meraih sederet prestasi dengan sukses keluar sebagai juara pada 1931, 1933, 1934 dan 1938.

Memasuki era Perserikatan, Persija masih menjadi klub yang disegani dan mampu mengangkat lima trofi. Pada era inilah nama Persija sudah eksis dan menjadi jawara Indonesia pada 1964, 1973, 1975, serta 1979. Gelar juara 1975 cukup unik karena Persija menjadi juara bersama PSMS Medan.

Partai final yang digelar di Senayan, kini dikenal sebagai Gelora Bung Karno, berlangsung tegang. Kedua klub merupakan rival pada zaman tersebut dan laga final jelas menjadi wadah yang elite untuk mereka memberi bukti sebagai yang terbaik.

Adam Malik yang kala itu adalah Menteri Luar Negeri Republik Indonesia hadir langsung untuk jadi saksi partai tersebut. PSMS yang dihuni Parlin Siagian, Nobon hingga Mariadi mampu mendikte permainan Persija yang akhirnya tertinggal 1-0.

Status sebagai tuan rumah karena bermain di Jakarta membuat Persija tak kenal menyerah, hingga kerja sama Sofyan Hadi dan Iswadi Idris membuahkan gol penyama kedudukan. Sayangnya, laga malah menjurus keras hingga ada kartu merah untuk Iswaidi selepas melanggar Nobon. Pertandingan sudah sulit dinikmati dengan nilai sportif, akhirnya wasit menghentikan pertandingan.

PSSI harus berkompromi dan berunding untuk mengatasi situasi kala itu, karena tidak mungkin melanjutkan pertandingan. Bardosono, ketua umum PSSI kala itu, mengambil jalan tengah dengan menyudahi pertandingan dan memberikan gelar juara kepada kedua kesebelasan.

Setelah itu, di era profesional, Macan Kemayoran harus mengalami banyak periode naik turun, terutama karena masalah finansial. Alhasil, trofi yang didatangkan tidak terlalu banyak seperti sebelumnya.

Bagaimanapun juga, klub kebanggaan Jakmania tersebut masih mampu menunjukkan supremasi pada 2001 ketika menaklukkan PSM Makassar di partai final dan kemudian pada 2018 saat memuncaki klasemen akhir Liga Indonesia.

Di Piala Domestik, Persija kurang beruntung di ajang kompetitif, sementara pada turnamen uji coba tidak resmi, Macan Kemayoran banyak mengantongi gelar juara baik di dalam dan juga di luar negeri.

Pada pentas domestik, Persija sukses membawa pulang Piala Siliwangi (Bandung) pada 1976 dan 1977, kemudian Piala Jusuf (Makassar), Piala Surya (Surabaya), Piala Marah Halim (Medan), dan beberapa trofi lain.

Sementara di ajang internasional, klub ibukota Indonesia tersebut berjaya pada ajang Piala Quoc Khanh (Vietnam), Boost Fix Super Cup (Malaysia) dan Brunei Invitational Cup pada 2000 dan 2001.

 

Sumber

Promo Mingguan