review arcane

Review Act 2 Serial Netflix Arcane: League of Legends

Arcane adalah serial original Netflix yang mengambil latar di dunia game populer dari Riot games, League of Legends. Dalam akhir cerita Arcane Act 1 yang dirilis pada tanggal 6 November 2021 lalu, dikisahkan Vander yang telah meninggal, Powder dibawa dan di asuh oleh Silco, sementara itu Vi diseret oleh Marcus. Di scene yang berbeda ada Jayce dan Viktor yang telah membuat terobosan dalam penelitian Hextech mereka. Yang belum membaca review Act 1, bisa langsung baca Review Act 1 Serial Netflix Arcane: League of Legends.

Setelah melewati beberapa tahun, cerita Arcane kembali ke kota Piltover dan Zaun tepat pada perayaan hari Kemajuan tahunan. Bertepatan dengan ulang tahun kota Piltover ke-200, dan menjelang momen penting ini, Jayce dan Viktor telah membawa kemakmuran dan pertubuhan baru bagi kota Piltover dengan penemuan teknologi Hextech. Namun disaat Piltover berkembang, Zaun menderita di bawah orang-orang yang seharusnya mengawasi dan merawat mereka. Saat ini Silco telah memerintah Lanes, alih-alih memperbaiki, situasi malah semakin memburuk saat dia membanjiri jalanan dengan Shimmer.

Tahun-tahun transisi antara Act 1 dan Act 2, Caitlyn telah menjadi Enforcer. Dia adalah petugas yang jenius dan berdedikasi tinggi ingin membuat segalanya lebih baik untuk Piltover dan Zaun. Saat melihat korupsi dan kejahatan yang tidak tertangani oleh Sherif Marcus dari iltover, Caitlyn memulai penyelidikannya sendiri setelah baku tembak di salah satu Hexgates Piltover yang tidak mendapatkan perhatian layak. Caitlyn membawa bukti dan memperlihatkan bukti tersebut kepada Vi yang berada dipenjara sejak Marcus menahannya di Akhir Act 1.

Beralih ke scene dimana Vi dan Caitlyn terjun menuju Zaun. Saat mereka melewati daerah baru dan lama, segala sesuatu tentang Zaun terasa sangat berbeda sejak terakhir dia menginjakkan kakinya disini, meskipun tak banyak berubah dari kota ini sendiri. Tetapi sikap, energi, dan orang-orang telah berubah sejak Vander meninggal.

Alur cerita dan visual yang digabung dengan banyak momen terasa seperti cerminan gelap yang secara tidak langsung membawa kita flashback ke adegan-adegan sebelumnya. Kedua elemen penting ini membuat Arcane Act 2 memiliki potensi emosional yang secara tidak langsung juga membuat penonton merasakan situasi yang ada didalam cerita.

Sepanjang cerita di Act 2 ini kita melihat kesehatan Viktor mulai menurun. Seorang ilmuwan jenius yang berjuang dengan aturan kota yang mengekang dan mencegah orang untuk membajak hasil penelitiannya.

Sama seperti Act sebelumya, Act 2 ini memiliki gaya visual yang luar biasa. Hal ini ditunjukkan saat Powder diperlihatkan telah beranjak dewasa setelah melewati tahun-tahun dengan rasa bersalah dan perasaan yang ditinggalkan, Silco telah melakukan segalah hal untuk memanipulasi Powder untuk kepentingannya sendiri.

Kita juga akan diperlihatkan dengan scene yang penuh emosional saat pertemuan Vi dan Powder dipuncak gedung, saat Powder menyalakan suar yang diberikan Vi pada Act 1.

Satu lagi yang tidak bleh terlewatkan tentang Act 2 ini, masuknya band Imagine Dragons dalam salah satu scene yang menyanyikan theme song utama dari serial Arcane yang berjudul “Enemy”, kita akan disuguhkan pemandangan keren kota bawah tanah Zaun selama lagu ini di nyanyikan. Dunia dalam serial ini sangat bagus, sehingga penampilan band dunia nyata yang didesain dengan artstyle yang sama dengan dunia Arcane sangat luar biasa, di tambah Vi yang sedang berada juga disana.

Sejauh ini, Act 2 telah memberikan kita pendalaman cerita yang luar biasa dari beberapa karakter, tinggal tersisa Act 3 yang akan dirilis tanggal 20 nanti.

Arcane Act 1 dan Act 2 sudah bisa kalian tonton di Netflix.


sumber: Netflix