Review Serial Arcane

Review Act 1 Serial Netflix Arcane: League of Legends, Alur Yang Penuh Aksi Yang Emosional

Wargoal.com – Serial animasi Arcane: League of Legends telah tayang pada tanggal 6 November 2021 lalu di Netflix. Serial ini berhasil menduduki serial terpopuler di Netflix.

Konflik antara Powder dan Vi akan menjadi cerita utama dalam serial animasi dari Riot Game yang berjudul Arcane: League of Legends ini. Namun, siapa sih sebenarnya sosok Vi, si kakak berambut merah yang kuat ini?

Artikel ini akan sedikit mengulas tentang siapa Vi dalam serial Arcane: League of Legends, dan tentunya ini adalah artikel spoiler. Untuk kalian yang kurang menyukai spoiler, mimin sarankan untuk menonton serialnya terlebih dahulu, namun untuk kalian yang suka dengan konten seperti ini, silahkan lanjut dan selamat membaca:

Vi di Serial Arcane

Sejauh ini dari apa yang kita dapat lihat dalam serial Arcane, Vi adalah sosok remaja yang percaya diri, kuat, dan pemimpin dari sekelompok penjahat muda Zaunite. Dia, bersama dengan saudara perempuannya Powder, Claggor, dan Mylo dibawa oleh Vander, dan tumbuh bersama. Vander adalah seorang figur ayah yang baik.

Kekuatan Hextech

Di episode pertama kita diperlihatkan scene saat Vi dan kelompoknya menerobos masuk ke lab Jayce dan mencuri barang-barang berharga disana termasuk Hextech yang diambil oleh Powder. Di waktu yang bersamaan, ada seseorang yang datang dan mencoba untuk masuk ke ruangan lab, sontak kelompok Vi panik dan bergegas untuk keluar ruangan setelah Mylo menaruh kursi di pintu masuk untuk sekedar memperlambat siapapun yang ingin masuk.

Tanpa sadar salah satu Hextech yang dipegang Powder terjatuh dan menimbulkan ledakan yang menyebabkan kerusakan yang melubangi tembok lab itu. Nasib sial tak berakhir sampai disini, kelompok Vi ketahuan oleh penjaga yang kebetulan berada TKP dan merekapun mengejarnya.

Sebuah Konspirasi Dan Monster Dari Sebuah Eksperimen

Beralih ke scene dimana Silco berkonspirasi untuk membantu dunia bawah untuk bangkit melawan para topsiders yang pada akhirnya menculik Vander, yang menyebabkan Vi dan kelompoknya tak bisa tinggal diam. Vi meninggalkan Powder yang putus asa dan mengatakan padanya bahwa dia belum siap.

Setelah sampai di tempat Vander ditahan, Vi dan kelompoknya segera menyelamatkan Vander, namun sungguh tak terduga Silco datang dan menyambutnya dengan sebuah pertarungan. Disini Vi menggunakan sarung tangan besinya (yang masih basic tentunya) untuk melawan para anak buah Silco. Vi terlihat sangat kuat, namun dia dipaksa mundur saat salah satu anak buahnya berubah menjadi monster setelah meminum jamu hasil eksperimen Silco.

Setelah pertarungan panjang dan sulit, Powder yang diam-diam mengikuti mereka membuat sebuah peledak dengan bahan dasar Hextech yang ia curi dari lab Jayce, ledakan ini menyebabkan Mylo, Claggor tewas terkena reruntuhan dari efek ledakan ini. Vi yang cukup marah mengetahui hal ini, ditambah sosok sang ayah meninggal saat menyelamatkannya, mencoba untuk menenangkan diri dan meninggalkan Powder sendirian.

Disaat yang bersamaan Silco datang, Powder yang sudah merasa sakit hati karena diperlakukan seperti itu oleh Vi, menangis dan memeluk Silco. Malang bagi Vi yang mengetahui Silco berada didekat Powder tak mampu menyelamatkannya karena dia diculik oleh petugas polisi dari Piltover. Kesempatan bagi Silco untuk mengajak Powder untuk membalaskan dendamnya.

Di scene ini sebelum Powder didatangi oleh Silco dan anak buahnya, Powder sempat memanggil Vi dengan nama aslinya “Violet”, “No. No. No. No. Violet, please.” – Powder. Dan disini kita juga mengetahui bahwa Powder sendiri adalah Jinx.

Mimin: “Siapa yang menaruh bawang disini!?”, yap scene ini cukup emosional dan sekaligus menjadi akhir dari Act 1 serial Arcane: League of Legends.


sumber: Netflix