Bonus New Member
Pulang Kampung ke Turki
Mesut Özil Mau Pulang Kampung ke Turki, tapi Harap Bersabar

Mesut Özil Mau Pulang Kampung ke Turki, tapi Harap Bersabar

 

Özil memiliki garis keturunan Turki. Dia juga menikah dengan seorang model keturunan Turki-Swedia, Amine Gulse. Ketika keduanya diresmikan dalam pernikahan, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menjadi saksinya.

 

Mesut Özil sudah terbuang dari skuad Arsenal. Di musim ini, nama gelandang berusia 32 tahun tersebut tak masuk lagi ke tim utama. Dia bahkan tidak didaftarkan untuk bermain di Premier League dan Liga Europa.

Kondisi tersebut membuat Özil merasa frustrasi. Di usianya yang semakin matang, malah tidak bisa ikut membantu The Gunners yang sedang berada dalam situasi sulit.

Arsenal memang sudah sejak awal musim ini ingin mengeluarkan Özil dari tim. Performa pemain Timnas Jerman itu dianggap terus menurun, sedangkan gajinya adalah yang terbesar di antara pemain lainnya.

Dikutip dari Tribal Football, gaji Özil per pekannya mencapai 350 ribu poundsterling atau setara dengan Rp6,7 miliar per pekannya. Dengan jumlah sebesar itu, finansial Arsenal terganggu.

Di tengah situasi tak bagus untuk dirinya, dikabarkan Özil melakukan pertemuan rahasia dengan petinggi Fenerbache. Kabar ini tentu mengejutkan, karena dia memilih untuk pulang kampung.

Özil memiliki garis keturunan Turki. Dia juga menikah dengan seorang model keturunan Turki-Swedia, Amine Gulse. Ketika keduanya diresmikan dalam pernikahan, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menjadi saksinya.

Peluang Özil untuk berlabuh ke Fenerbache terbuka lebar. Namun, untuk merealisasikannya pada jendela transfer Januari 2021 agak sulit, mengingat kontraknya bersama Arsenal baru habis pada Juli 2021.

Jika memaksakan diri untuk ke Fenerbache di awal tahun 2021, banyak uang yang mesti direlakannya. Kemungkinan pemangkasan gaji mencapai Rp3,8 miliar per pekannya.

Keluar dari Arsenal dan mencari labuhan terbaru yang nyaman memang sudah banyak disarankan kepada Özil. Berada di London dalam beberapa tahun terakhir, dia kehilangan sentuhan terbaik.

Dia juga mengalami masa naik turun bersama Timnas Jerman. Padahal ketika dia masih di Madrid beberapa tahun lalu, banyak orang yang dibuat berdecak kagum dengan aksinya.

 

Sumber

Promo Mingguan