LIGUE 1

Klasemen Liga Prancis

Klasemen Liga Prancis, Jadwal Sepakbola Liga Prancis, Hasil Pertandingan dan Top 10 Pencetak gol Liga Prancis. Wargoal Berita Sepakbola terupdate , Sepakbola Internasional, Euro 2020, sepakbola nasional Liga Indonesia dan prediksi sepakbola dan angka

 

Liga Prancis adalah salah satu dari enam kompetisi sepak bola profesional utama yang ada di benua Eropa. Ajang olahraga ini mempunyai nama resmi Ligue 1 dan merupakan kasta teratas dalam sistem liga sepak bola di Prancis. Setiap tahun, klub yang tergabung dalam Ligue 1 akan saling berhadapan untuk memperebutkan posisi teratas dalam klasemen liga Prancis.

Klub yang berhasil mencapai puncak klasemen Ligue 1 di akhir musim otomatis dinobatkan sebagai juara Ligue 1 Prancis. Baca informasi terbaru Liga Prancis hanya di Wargoal situs berita bola online terlengkap yang menyediakan semua informasi terbaru tentang dunia sepak bola dalam negeri maupun luar negeri.

 

Apa itu klasemen Liga Prancis?

Klasemen liga Prancis adalah tabel yang menampilkan peringkat sementara 20 klub yang tergabung dalam Ligue 1. Peringkat klasemen diurut berdasarkan jumlah poin yang diperoleh masing-masing klub dimana klub dengan poin terbanyak menempati posisi pucuk dan tim dengan poin paling sedikit menempati posisi terbawah.

Pada akhir musim, klub yang menempati peringkat 19 dan 20 klasemen Ligue 1 otomatis akan terdegradasi ke Ligue 2 pada musim selanjutnya digantikan oleh juara dan runner up Ligue 2. Sementara untuk tiket promosi terakhir Ligue 1 diberikan kepada pemenang dari hasil pertandingan playoff antara peringkat ke-18 klasemen Liga Prancis dengan peringkat ke-3 klasemen Ligue 2.

Jadwal dan format pertandingan Liga Prancis

Mirip dengan jadwal Liga Inggris, Liga Spanyol, dan Seria A Italia, kompetisi Ligue 1 Prancis juga diselenggarakan setiap tahunnya antara bulan Agustus – Mei dengan jadwal pertandingan paling sering jatuh pada hari Sabtu dan Minggu.

Liga Prancis diikuti oleh 20 klub sepak bola profesional dengan 19 klub berasal dari Prancis dan 1 klub lainnya merupakan jatah khusus untuk negara Monaco. Adapun format pertandingan Ligue 1 mengadopsi sistem kompetisi penuh atau double round-robin.

Dalam sistem ini, setiap klub akan berhadapan dengan 19 tim yang berbeda dengan masing-masing dua kali kesempatan melawan tim yang sama, sekali di stadion kandang dan sekali tandang atau bermain di stadion lawan mereka.

Setiap tim yang meraih kemenangan mendapat 3 poin dan yang kalah tidak mendapatkan poin apa-apa. Sedangkan untuk pertandingan yang berakhir seri, masing-masing tim berhak mendapatkan 1 poin.

Dalam tabel klasemen Liga Prancis, tim diurutkan berdasarkan total poin, kemudian selisih gol head to head, lalu jumlah gol yang dicetak selama musim kompetisi. Di setiap akhir musim, klub yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak ditentukan sebagai juara Ligue 1 Prancis.  Jika ada lebih dari satu klub yang memiliki jumlah poin sama, hasil kemenangan ditentukan berdasarkan dua faktor yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu selisih gol kemudian jumlah gol yang dicetak sepanjang musim.

Apabila hasilnya juga tetap imbang, maka tim tersebut otomatis dianggap menempati posisi yang sama kecuali jika posisi tersebut menentukan untuk kejuaraan, degradasi, atau kualifikasi ke kompetisi lain, misalnya Liga Champion. Khusus untuk kasus seperti ini, penentuan pemenang/peringkat ditentukan berdasarkan pertandingan play off antara kedua tim di tempat yang netral.

Sebelum menggunakan sistem promosi dan degradasi seperti sekarang, dulunya Ligue 1 Prancis sempat menerapkan sistem promosi 2 tim dan degradasi 2 tim pada musim 2015 – 2016 meskipun keputusan ini pada akhirnya tetap dibatalkan dan kembali ke format promosi dan degradasi antara 6 tim dari Ligue 1 dan Ligue 2.

Pada musim 2016-2017, tiket promosi terakhir Ligue 1 ditentukan berdasarkan pemenang playoff dua leg antara peringkat ke-18 klasemen Liga Prancis dengan peringkat ke-3 klasemen Ligue 2. Sebelum tahun 1995, format promosi dan degradasi Ligue 1 persis seperti aturan yang sempat berlaku di Liga Belanda dan Liga Jerman , yakni degradasi langsung untuk dua tim terbawah Ligue 1 dan playoff antara peringkat ketiga terakhir Liga Prancis dengan pemenang playoff Ligue 2 Prancis untuk menentukan tim yang berhak mendapatkan tiket promosi terakhir.

Untuk mendorong permainan yang ofensif, Ligue de Football Professionnel (LFP), organisasi yang membawahi Ligue 1 Prancis sempat menerapkan sistem perolehan poin baru sejak tahun 1973.  Pada sistem ini, setiap klub yang sukses mencetak tiga gol atau lebih dalam sebuah pertandingan akan diberikan penghargaan berupa satu poin ekstra sehingga klub dapat lebih cepat memuncaki klasemen liga Prancis.

Setelah percobaan selama tiga musim, sistem ini terpaksa dihentikan pada tahun 1976 karena dianggap kurang fair oleh sebagian pihak. Walau begitu, sistem yang serupa akhirnya kembali diadopsi pada awal musim 2006 – 2007 Ligue 1 Prancis ketika LFP memperkenalkan Tabel Permainan Menyerang. Tabel ini menampilkan klub yang mencetak gol terbanyak sepanjang musim kompetisi dan memberikan hadiah bagi tim tersebut, namun bukan lagi satu poin ekstra tetapi hanya diberi bonus uang saja sehingga tidak menganggu peringkat klasemen liga Prancis.

Sejarah Liga Prancis

Sama seperti negara lain di Eropa, awalnya Prancis juga belum mengenal profesionalisme dalam sepak bola. Semua pertandingan yang ada pada saat itu masih dilakukan secara amatir di tingkat regional. Namun, hal ini berubah pada tahun 1930 ketika Dewan Nasional Federasi Sepakbola Prancis memutuskan untuk mendirikan liga sepak bola profesional di Kota Mode tersebut.

Konflik di awal Pembentukan

Pada awal pendirian, Federasi membatasi jumlah tim yang dapat bergabung ke dalam liga menjadi hanya 20 klub dengan syarat sebagai berikut:

  • Klub harus memiliki hasil yang positif di masa lalu
  • Klub harus memperoleh pendapatan yang cukup agar kondisi keuangan lancar
  • Setiap klub harus mempunyai minimal delapan pemain profesional

Tiga kriteria yang disyaratkan federasi tersebut ternyata menerima banyak penolakan dari sejumlah klub pada saat itu seperti Rennes, Strasbourg, Olympique Lillois, Stade Français, RC Roubaix, dan Amiens SC. Walau demikian, ada juga beberapa klub yang mendukung liga baru seperti Nice, Hyères, Antibes, SO Montpellier, Cannes, SC Nîmes, dan Olympique de Marseille. Semua klub ini menerima status klub profesional mereka dari Federasi tanpa argumen.

Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi, Federasi secara mengejutkan berhasil meyakinkan 20 klub untuk bergabung ke dalam liga profesional yang disebut Nationel pada tahun 1932 .

Musim perdana Ligue 1

Musim pertama Nationel diselenggarakan pada tahun 1932 – 1933 yang diikuti oleh 20 klub antara lain Antibes, Cannes, Racing Club de France, Club Français, Excelsior AC Roubaix, Sochaux, CA Paris, Fives, Hyères, Nîmes, Montpellier, Marseille, Metz, Mulhouse, Nice, Olympique Lillois, Red Star Olympique, Rennes, Sète, dan Olympique Alès.

20 klub tersebut dibagi menjadi dua grup dengan 10 anggota dimana klub yang menduduki posisi tiga terbawah pada masing-masing grup akan degradasi ke Divisi 2. Format pertandingan liga Nationel pada saat itu mempertemukan antara pemenang dari masing-masing grup untuk menentukan siapa yang mendapat gelar juara.

Setelah musim perdana Nationel berakhir yang dimenangkan oleh Olympique Lillois, liga memutuskan untuk  tidak mempromosikan tim manapun dari Divisi 2 sehingga hanya ada 14 klub saja yang dapat mengikuti liga Nationel pada musim selanjutnya. Selain itu, Liga juga setuju untuk mengubah nama Nationel menjadi Divisi 1.

Pada musim 1934-1935, untuk pertama kalinya liga menggunakan sistem promosi dan degradasi secara resmi dalam Divisi 1 sehingga membuat jumlah klub bertambah menjadi 16. Liga Divisi 1 sempat berhenti saat Prancis terlibat dalam Perang Dunia II yang kemudian dilanjutkan kembali pada musim 1945 – 1946. Pada tahun 2002, liga mengubah nama Divisi 1 menjadi Ligue 1 seperti yang kita kenal sekarang ini.

Fakta Liga Prancis

  • Saint-Etienne adalah klub dengan jumlah koleksi gelar Ligue 1 terbanyak dengan total 10 gelar
  • Nantes adalah klub yang menderita kekalahan paling sedikit (1 kali kalah) dalam satu musim (1994- 1995) sepanjang sejarah Liga Prancis
  • Sochaux tergabung dalam klasemen Liga Prancis selama 57 musim, membuatnya sebagai klub yang paling sering bermain di Liga Prancis
  • Delio Onnis adalah pemain dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah Ligue 1 dengan total 299 goal yang berhasil dicetak

Berita Liga Prancis Terbaru

Kunjungi situs berita bola online Wargoal untuk membaca informasi terbaru Liga Prancis dan liga-liga lainnya di Eropa. Selain itu, Anda juga bisa mengecek informasi jadwal lengkap euro 2020, grup dan jadwal euro 2020, dan top skor euro 2020 di Wargoal secara lengkap. Jika Anda ingin update skor pertandingan secara cepat, kami juga mempunyai fitur livescore wargoal yang dapat Anda gunakan secara gratis.