Unggahan dari Instagram @hrc_motogp

Jawaban Dibalik ‘Penonton Bersarung’ di Sirkuit Mandalika

Wargoal.com – Warga Indonesia sempat dibuat kaget sekaligus terhibur dengan adanya unggahan dari Instagram Official @hrc_motogp yang memotret penonton bersarung di luar sirkuit Mandalika.

Sempat menjadi hiburan untuk publik, ternyata ada lika-liku dibalik penonton bersarung tersebut. Dikutip dari Kompas.com, salah satu diantara pria yang berjongkok tersebut ialah Sibawaeh (53).

Sibawaeh merupakan warga asli disekitar Sirkuti Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain Sibawaeh, ada adik iparnya, yaitu Medan (47) dan seorang lainnya, Amaq Manim (57).

Sebelumnya, Sibawaeh yang mendiami kawasan sekitar Sirkuit Mandalika mengklaim kepemilikan lahan tersebut. Menurutnya, lahan seluas 3,5 hektar di persil 263 yang saat ini menjadi tikungan 9 Sirkuit Mandalika adalah miliknya dan masih sengketa karena belum dibayar oleh pihak ITDC.

Sibawaeh berada di depan lahannya yang ditanami singkong, Sabtu (12/2/2022) tak sampai 100 meter dia bisa menyaksikan aksi para Rider di tes Pramusim MotoGP di sirkuit Mandalika.

Penjelasan dari Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika

Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), selaku BUMN pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, merespons klaim sengketa lahan di Sirkuit Mandalika, tepatnya di lahan sekitar tikungan 9.

Dalam rilisnya, ITDC menyebut bahwa posisi kepemilikan lahan itu tidak seperti yang disebutkan oleh seorang warga bernama Sibawaeh yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut.

Vice President Legal and Risk Management ITDC, Yudhistira Setiawan menegaskan, lahan yang disebut Sibawaeh adalah bagian dari lahan HPL ITDC nomor 71, 73 dan 116 yang statusnya sah.

Hal itu berdasarkan pada putusan pengadilan dan pencocokan alas hak yang menyatakan bahwa Amaq Semin, orangtua dari Sibawaeh, tidak memiliki hak atas lahan tersebut.

Selain itu, berdasarkan dokumen putusan pengadilan dalam perkara Amaq Semin di Pengadilan Negeri Praya yang telah berkekuatan hukum tetap, serta berdasarkan hasil pengukuran ulang pada tanggal 6 November 2020 oleh Kantor Pertanahan (BPN) Lombok Tengah yang disaksikan oleh Sibawaeh, Perwakilan Komnas HAM dan ITDC, dan bukti kepemilikan lahan ITDC pada lahan dimaksud berupa sertipikat HPL, membuktikan bahwa Amaq Semin selaku orangtua dari Sibawaeh tidak memiliki hak atas lahan tersebut.

 

Kompas