Dibahas Lagi, Aceh Suarakan Blokir PUBG dan Game Online Lainnya

Dibahas Lagi, Aceh Usulkan Blokir PUBG dan Game Online Lainnya

Wargoal.com – Isu soal halal-haram game online kembali muncul di daerah Aceh. Setelah di beberapa kasus sebelumnya instansi keagamaan Aceh menetapkan fatwa haram untuk game online seperti PUBG dan Mobile Legends, kini giliran Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berujar demikian.

Dilansir dari Antara pada Rabu kemarin (20/10), Nova meminta pada Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KEMKOMINFO) untuk memblokir game PUBG dan sejenisnya beserta judi online. Hal ini dikarenakan makin maraknya masyarakat Aceh yang melakukan aktivitas tersebut.

 

 

Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Murni, mengatakan bahwa permintaan itu dituangkan dalam Surat Gubernur yang merujuk Fatwa MPU Aceh Nomor 1 Tahun 2016 tentang Judi Online dan sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Kemudian berdasarkan Pasal 125 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif disebutkan, antara lain bahwa masyarakat dan lembaga pemerintah dapat mengajukan pelaporan kepada Direktur Jenderal Aplikasi Informatika untuk meminta agar konten dengan muatan negatif diblokir.

Sementara itu untuk judi online, secara eksplisit disebutkan bahwa permainan yang memasang taruhan uang atau bentuk lain melalui media internet dan media sosial yang hukumnya haram. Menurutnya, dalam surat tersebut disebutkan bahwa masyarakat dan pemerintah harus memberantas semua jenis perjudian.

Murni Menganggap kegiatan ini dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan ulama setempat. “Maka untuk terlaksananya Syariat Islam secara menyeluruh, sekaligus pengendalian dan pemblokiran terhadap konten negatif di Aceh, kami mohon kepada Bapak Menteri berkenan meminta seluruh Penyedia Layanan Telekomunikasi dan Internet di Aceh agar dapat memblokir game PUBG dan game judi online sebagai tindak lanjut penerapan Peraturan dan Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh,” ucapnya.

Isu ini cukup ironis mengingat sekelompok pemuda Aceh juga telah melantik 23 pengurus esports tingkat provinsi di sana. Disampaikan Ketua Harian Esports Indonesia (ESI) Provinsi Aceh, Zahlul, berdasarkan keputusan KONI Pusat tentang esports sebagai salah satu cabang olahraga prestasi di Indonesia. Kepengurusan ini perlu agar pemuda-pemuda Aceh bisa ikut serta dalam ajang olahraga nasional seperti PON.

PUBG sendiri merupakan game esports yang cukup banyak diminati. Di Indonesia, game PUBG lebih banyak dimainkan dengan perangkat mobile dan beberapa gamer profesional yang memainkan game ini telah mendulang kekayaan cukup besar.

Sepertinya pemerintah Aceh harus memilah kembali jenis hiburan yang benar-benar merugikan atau game yang malahan dapat meningkatkan kreatifitas dan daya saing pemuda di Aceh. Semisal di Arab Saudi, negara yang dikenal menggunakan penerapan hukum Islam yang sangat kuat, malah menyelenggarakan turnamen esports yang diprakarsai oleh otoritas esports resmi di sana.

Semoga gamer di Aceh dapat menunjukan jika bermain game tidaklah se-negatif perjudian online.

 

Ingin dapat update seputar bola dan prediksi angka yang akurat? Yuk gabung di group telegram! Linknya ada disini! Buruan join! ada bagi-bagi freechips setiap livenya.

sumber